oleh

Sektor Perekonomian Pekerja Seni Ponorogo Juga Lumpuh Akibat Pandemi Corona

Sektor Perekonomian Pekerja Seni Ponorogo Juga Lumpuh Akibat Pandemi Corona

www.suryanenggala.com– Ponorogo. Dampak semakin merebaknya paparan virus corona sangat dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Hal yang paling terasa terutama di 3 sektor yakni di sektor kesehatan, ekonomi dan sosial. Kelumpuhan ekonomi akibat paparan virus ini memang sangat dikeluh kesahkan oleh masyarakat. Termasuk pekerja seni yang tergabung dalam Paguyuban Seniman Dangdut Ponorogo (PSDP).

Pengurus PSDP juga ikut andil memperjuangkan anggotanya agar mandapat bantuan dari pemerintah. Pasalnya, banyak kontrak kerja pagelaran seni yang dibatalkan akibat pandemi corona ini terutama di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Dikonfirmasi via sellular, Ady Arsyad, Pembina PSDP menjelaskan tentang kegiatan anggota PSDP selama masa Covid-19 mewabah. “Kami memang mendapat perintah dan kami tidak tinggal diam mengusahakan kesejahteraan anggota kami. Toh, selama ini ketika terjadi bencana atau apapun juga kami selalu aktif menggelar Bakti Sosial dan penggalangan dana untuk korban bencana.” Terang Ady.

Menurut Ady, dampak covid-19 memang sangat besar pengaruhnya pada sektor perekonomian teman-teman seniman seniwati di Ponorogo.

Baca Juga :
Sektor Perekonomian Pekerja Seni Ponorogo Juga Lumpuh Akibat Pandemi Corona
Arsip kegiatan PSDP saat bakti sosial
Sektor Perekonomian Pekerja Seni Ponorogo Juga Lumpuh Akibat Pandemi Corona
Sektor Perekonomian Pekerja Seni Ponorogo Juga Lumpuh Akibat Pandemi Corona
Arsib Anggota PSDP saat konser amal

Hal ini juga dibenarkan Eko, Ketua PSDP yang juga seprofesi dengan Ady, MC acara dan perhelatan seni di Ponorogo. Memang kemarin sudah didata oleh teman-teman pengurus PSDP. Hal ini juga atas intruksi dari Dinas terkait. Kita sangat prihatin dengan keadaan ini. Apalagi kami yang notabene nya hanya pekerja harian yang jika tidak bekerja tidak memiliki penghasilan tetap.

“Kami rekap data sesuai KTP kemudian kami kirim kepada Bapak Marji dari dinas terkait yang mengurusi pengajuan kami. Selama ini memang hasil dari bekerja seni cukup mendukung perekonomian para seniman seniwati, entah itu dari hajatan dan acara live panggung. Otomatis ketika diberlakukan larangan ada keramaian dan semua hajatan harus di tiadakan, maka kita kehilangan semua lapangan pekerjaan.” Terang eko.

Harapan Eko dan Ady sebagai wakil yang menyuarakan dan memperjuangkan nasib seniman seniwati Ponorogo, semoga pemerintah juga mempertimbangkan nasib pekerja seni dan memberi sedikit kompensasi melalui program pemerintah di sektor kesenian sebagai wujud kepedulian terhadap hilangnya lapangan pekerjaan karena dampak Covid-19. “Kita wujudnya memang berusaha, Ponorogo kan terkenal keseniannya. Maka kami sebagai pelaku seni yang kerap mendukung segala macam acara pemerintah juga berharap data kami diterima dan diaspirasi oleh Pemerintah.” Pungkasnya.

(LL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed