oleh

LPK SM Pasopati Melaporkan Pelaku Usaha Cindy Grosir Ke Polresta Madiun

LPK SM Pasopati Melaporkan Pelaku Usaha Cindy Grosir Ke Polresta Madiun

www.suryanenggala.com- Kota Madiun. Banyaknya korban akibat ulah pelaku usaha toko cindy grosir yang beralamat di jalan Diponegoro kota Madiun akhirnya membuat para korban melakukan pengaduan ke kantor Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Pasopati Madiun.

Sehubungan dengan pengaduan dari pihak konsumen yang telah di rugikan oleh pelaku usaha , akhirnya dari pihak LPK SM Pasopati melaporkan kasus Cindy Grosir tersebut ke Polres Kota Madiun. Laporan di terima pada Selasa (5/5/2020).

Baca juga:
Akhirnya dari pihak LPK SM Pasopati melaporkan kasus Cindy Grosir tersebut ke Polres Kota Madiun. Laporan di terima pada Selasa (5/5/2020).
Polresta Madiun

Kejadian ini bermula dari ratusan orang yang tergolong ibu ibu merasa tertipu dengan janji dan promo hadiah toko Cindy Grosir yang menawarkan pembelian gula pasir dengan harga murah dibawah harga pasar melalui online, hal ini seperti yang diungkapkan salah satu perwakilan Rahayu warga Takeran , Magetan kepada wartawan.

Baca juga:
Akhirnya dari pihak LPK SM Pasopati melaporkan kasus Cindy Grosir tersebut ke Polres Kota Madiun. Laporan di terima pada Selasa (5/5/2020).
Toko Cindy Grosir Tutup Total.

Untuk mendapat barang berupa gula pasir, pembeli harus membayar lunas sesuai dengan pesanan melalui rekening cindy grosir maupun tunai di toko dengan kesepakatan setelah uang di terima maksimal dua minggu barang sudah siap. Selama dua minggu hingga satu bulan setelah di tanyakan pada cindy grosir ternyata barang tidak ada baru korban merasa tertipu. Ungkapnya.

Agus Supriyanto, S.E. aktivis LPK SM Pasopati sangat menyayangkan kegiatan pelaku usaha dari toko Cindy Grosir yang merugikan banyak konsumen. Dengan pengaduan resmi dari para pihak konsumen yang telah di rugikan oleh pelaku usaha akhirnya dari LPK SM mengambil langkah untuk melaporkan dan mendampingi para korban untuk menempuh jalur hukum. Berdasarkan Undang Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) terang Agus ketika di temui Surya Nenggala .

Lebih lanjut , Agus juga menyampaikan bahwa kasus dugaan pelanggaran pelaku usaha sudah di laporkan ke unit Pidana Ekonomi polres Kota Madiun, dan saat ini dari pihak penyidik sudah melakukan penyelidikan pada para korban untuk di mintai keterangan. Pungkasnya.

(Wid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. stop cicil emas di bukalapak
    itu hanya menguntungkan sepihak
    smakin banyak inpes.smakin banyak yang gagal bayar smakin untung mereka kita yang rugi klo gitu

News Feed