oleh

Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Mangkunegaran Menghimbau Masyarakat Melaporkan Teror Pinjol Ilegal

Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Mangkunegaran Menghimbau Masyarakat Melaporkan Teror Pinjol Ilegal

www.suryanenggala.com– Beji, Batang. Sejatinya pinjaman online (pinjol) dapat menjadikan solusi keuangan yang singkat dan mudah karena tanpa agunan. Di sisi lain, kemudahan yang mereka tawarkan justru menimbulkan masalah baru tatkala konsumen terlambat membayar pinjaman.

Bak pisau bermata dua, seringkali konsumen merasa sangat terganggu ketika data pribadi mereka tersebar luas. Penagih pinjol ilegal memanfaatkan data kontak dari konsumen dalam melakukan penagihan. Bahkan tidak jarang mereka mengancam dengan kata-kata kasar kepada data kontak konsumen. Reputasi, harga diri dan nama baik konsumen hancur sebagai imbas dari penagihan ini.

Buntut dari penagihan Pinjol (Pinjaman Online) yang melewati batas, seorang pengusaha Foto Copy dan Percetakan, Teguh Rachmanto (38 th) bersama isteri mengadukan masalah teror penagihan Pinjolnya ke kantor LAPK Mangkunegaran Kendal. Yang kemudian oleh petugas penerima pengaduan disarankan untuk mengadukan masalah tersebut ke Polres Batang terkait dugaan pencemaran nama baik, teror dan penyebaran data pribadi tanpa ijin oleh aplikasi pinjaman online ilegal.

Awalnya, Rachmanto melakukan transaksi pinjaman online melalui Applikasi di Playstore sejumlah 1 juta rupiah yang harus dilunasi 7 hari. Rachmanto mengaku hanya menerima sekitar 650 ribu rupiah dari transaksi pinjaman 1 juta, artinya ada potongan kuarang lebih sebesar 350 ribu.

Hanya terlambat membayar 2-3 hari, pihak DANA MAX melakukan penagihan yang bernada ancaman dengan kata-kata yang merendahkan korban kepada kontak telpon yang terdapat di data handphonnya.

Penagih Deskcoll meneror semua daftar kontak Rachmanto, bahkan hingga mengirimkan SMS dan WA dengan kalimat yang tidak manusiawi. Padahal mereka yang dihubungi mayoritas merupakan warga desa setempat sekaligus menjadi pelanggan setia usaha percetakan dan foto copy miliknya. Hanya dalam hitungan hari, omset foto copy dan percetakan Rachmanto turun drastis.

Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Mangkunegaran Menghimbau Masyarakat Melaporkan Teror Pinjol Ilegal
Baca Juga :

Pelanggan usaha Rachmanto menjadi takut untuk memfoto copy KTP, KK maupun data diri yang lain karena khawatir data-data mereka disalahgunakan untuk melakukan pinjaman online. Rachamnto sendiri ketika ditemui wartawan Surya Neggala mengklarifikasi hal ini. Dia mengaku hanyalah korban dari teror yang dilakukan pihak DC Aplikasi pinjaman online dan tidak pernah sekalipun menyalahgunakan data dari KTP maupun KK pelanggan seperti yang dituduhkan padanya.

“Isu miring ini menyebar dengan cepat dan luas, omset saya turun sampe 75%. Kalau kayak gini terus foto copy saya bisa bangkrut.” Ungkap Rachmanto. Pihak keluarga besar juga terkena dampaknya. Istri dan keluarga sangat tertekan karena muncul berbagai fitnahan sebagai akibat dari penagihan. Mereka mengurung diri bahkan takut untuk keluar rumah.

Merasa dirugikan secara materiil dan imateriil, Rachmanto dengan didampingi LAPK MANGKUNEGARAN melaporkan perkara ini ke Polres Batang pada hari Senin 18 Februari 2020. Beberapa Aplikasi yang melakukan dugaan pidana tersebut dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.

Alie selaku perwakilan dari LAPK MANGKUNEGARAN yang mendampingi korban pinjol ini menjelaskan bahwa alat bukti yang dikumpulkan dirasa cukup. “Kami punya bukti screenshot dari WA, SMS dan telpon dari DeskColl tersebut, selain itu ada saksi yang bersedia memberikan keterangan.”

Sdr Alie menambahkan, ”kami banyak menerima aduan terkait pinjol ilegal ini dikantor. Jumlahnya ratusan dan kebanyakan dari mereka bingung harus mengadu kemana. Kami LAPK Mangkunegaran beberapa waktu terakhir ini bersama dengan Kantor Hukum Nenggala Alugoro pimpinan senior kita Bapak Achmad Junaidi, S.H siap melakukan pendampingan secara gratis.”

Kita mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah terutama OJK untuk menertibkan sekaligus mengambil kebijakan tegas dalam upaya perlindungan konsumen terhadap pinjol ilegal yang sudah banyak merugikan masyarakat.

(ABS/MKNGR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

      1. silahkan mbak bergabung di fb di secret financial kami.nanti mbk akan dibantu untuk mengatasi masalah mbk.dan bergabung di grub wa kami

  1. Mohon bantuan ki juga di ancam dr pihak pinjol dana cepat, gocash mau di datangi ke rumah dn ancaman penyebaran luaskan data2 sya ke bbrp kontak sya dn berbagai mcm ancaman sya trima…

  2. ngk usah takut mbk sama ancaman pinjol,apalagi yang ilegal.mereka hanya berani ngancam aja.sebar data itu senjata mereka.hutang piutang ngk bisa masuk ranah pidana.
    sebar data=hutang lunas

News Feed