oleh

Diduga Penipuan Transaksi Emas Antam Melalui Media Sosial

Diduga Penipuan Transaksi Emas Antam Melalui Media Sosial

www.suryanenggala.com– Jakarta Barat. Kasus penipuan transaksi jual beli emas Antam di Facebook sedang ramai diperbincangkan di sosial media, para korban sudah melakukan pelaporan terkait permasalahan ini ke Polda Metro Jaya. Para korban berharap masalah ini cepat ditanggapi pihak kepolisian dan uang mereka dapat segera kembali.

SM alias Lintang, didampingi dengan tim kuasa hukum memberanikan diri melaporkan akun GINCUE LIUVA ke pihak yang berwajib. Korban yang sebelumnya takut melakukan pelaporan dikarenakan beredarnya video pendek yang dilakukan DW bahwa dirinya mengaku memiliki hubungan dengan oknum Polri.

” Pada bulan Mei saya menetahui yang bersangkutan GINCUE LIUVA berjualan Emas Antam Dengan Harga Dibawah pasaran dan sesekali saya mengikuti Live Online Facebook-nya, lama kelamaan saya tergoda. Dengan memperlihatkan bukti kalau emas Antam yang GINCUE LIUVA jual itu tersedia dan sampai dengan amanah ke para pembelinya. Pada bulan Juni saya masih terus mengikuti perkembangan live-nya berjualan Emas Antam dan semakin ramai peminat, saya pun mulai semakin tergiur dan mulai bertransaksi dengan GINCUE LIUVA. ” Ungkap Lintang.

Baca juga :
Diduga Penipuan Transaksi Emas Antam Melalui Media Sosial

Melalui facebook tersebut, yang diduga pelaku menawarkan logam mulia Antam dengan harga murah, dengan sistem pembeli diharuskan membayar terlebih dahulu melalui rekening atas nama Rohimah.
Untuk menarik minat korban, pelaku menawarkan harga logam mulia yang lebih murah dibandingkan harga resmi dari produsen. Serta mencatut salah satu oknum untuk membuat para korban percaya untuk membeli.

Permasalahan mulai terjadi Juni 2020, di mana para korban sudah mulai tidak menerima logam mulia dari terduga, padahal mereka sudah membayarnya. Hal ini menimbulkan keresahan bagi para korban, terlebih saat itu terduga sudah tidak rutin lagi live di facebook seperti biasanya.

Adapun kerugian para korban disini antara lain:

  1. AA (red) Kerugian Rp. 111.800.000
  2. AM (red) Kerugian Rp. 57.7000.000
  3. DRP (red) Kerugian Rp. 29.900.000
  4. Lintang (red) Kerugian Rp. 11.800.000

Dari semua korban, mentransferkan kepada rekening yang An. Rohimah yang diketahui para korban sebagai ibu dari yang diduga pelaku, kata Lintang.

(Bly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Sangat berharap pihak berwajib segera menangkap pelaku yang sudah merugikan banyak orang. Korban mengalami kerugian puluhan milyar. Dari Sabang sampai Papua.

News Feed