oleh

Desa Sranak Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Cemas Pasca Meninggal Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Desa Sranak Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Cemas Pasca Meninggal Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

www.suryanenggala.com– Bojonegoro. Meninggalnya seorang perempuan warga Desa Sranak Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro yang berstatus PDP Covid-19 pada Sabtu (25/04/2020) pukul 23.15 WIB menyisakan sedikit kepanikan didesa tersebut & desa disekitarnya. Jalan keluar dan masuk menuju desa Sranak media Surya Nenggala mengalami penyemprotan Disinfectan sampai 8x pulang pergi.

Karena setiap desa yang dilalui melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, baik dipintu masuk maupun keluar desanya. Pintu Keluar Masuk penambangan lewat penyeberangan bengawan solo pun juga ditutup.

Desa Sranak Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Cemas Pasca Meninggal Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada Sabtu (25/04/2020) pukul 23.15 WIB
Kegiatan penyemprotan Disinfektan Masuk Desa Sranak

Menurut Rifa’i anggota BPD asal dusun Candi menuturkan “Informasi meninggal nya PDP diluar terlalu dibesar-besarkan, sampai menyebabkan warga desa Sranak yang mau berkunjung ke desa lain disuruh untuk kembali ke desanya. Hal tersebut karena Informasi dari Media Sosial tanpa konfirmasi ke pihak terkait & dapat Informasi yang salah. Dan banyak yang menganggap, warga yang meninggal Positif Covid-19. Padahal hasil Swap dari RSUD Dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro belum keluar.”

Baca Juga :

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Rokhim anggota BPD Dusun Sranak dan Safa’at Arifin Kasi Kesra desa Sranak ketika ditemui media Surya Nenggala saat bertugas jaga melakukan penyemprotan Disinfektan di posko Covid-19 Pintu masuk desa Sranak (29/04/2020).

Kepala Desa Sranak Asmadi Sebelah Kanan

Secara terpisah Kepala Desa Sranak Asmadi ketika ditemui Media Surya Nenggala di rumahnya menuturkan “Kepanikan warga sangatlah beralasan karena informasi warga yang kurang ditambah dengan Informasi warga desa Sranak juga yang dekat dengan Almarhumah secara bersamaan juga dirawat di RSUD Dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro dan berstatus PDP juga. Warga tersebut sehari-hari selalu kontak dan menjadi rekan kerja Almarhumah di Pasar Kota Bojonegoro.”

Ketika media Surya Nenggala menanyakan tentang penanganan dari anggota keluarga yang serumah dengan Almarhumah ditegaskan bahwa, “Ada 5 orang anggota keluarga dari Almarhumah telah dilakukan Isolasi Mandiri dirumahnya dan situasi maupun aktivitas warga desa Sranak sudah Mulai kondusif.” Pungkasnya.

(tn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed